Mantan Kepala Bappenas RI Berikan Kuliah Umum di IAIN Batusangkar


Batusangkar, Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Adrianof Achir Chaniago memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Senin (26/2).
Kuliah Umum yang dibuka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA, dan disaksikan mahasiswa dan dosen, semakin menarik karena topik yang diberikan oleh dosen Ekonomi Politik Departemen Ilmu Politik FIFIP-UI Jakarta ini mengenai tantangan bagi para generasi muda semakin besar dimasa depan.
“Dimasa yang akan datang tuntutan globalisasi semakin tinggi ini akan berakibat semakin besarnya beban negara, hal itu akan menuntut tenaga kerja yang produktif,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini dilihat dari aspek ekonomi etos kerja kita rendah, kita cenderung konsumtif, yang kita jual harta bukan hasil kerja.
Menurut dia, kalau melihat ke belakang, kita harus berubah, dan khusus buat mahasiswa Ia berpesan mulai tahun 2020 kita memasuki era "bonus demografi" atau beban demografi, karena kita punya jumlah tenaga kerja yang tinggi mencapai 70 persen namun tidak produktif.
“Maka ini akan menjadi beban demografi (calon pengangguran) dan tingkat ketergantungan kita pada orang lain tinggi," ujarnya.
Beban kedua yang sedang kita hadapi adalah era digital, ini juga akan menghapus banyak pekerjaan, ia mencontohkan penjualan tiket, orang tidak perlu lagi ke agen cukup duduk dirumah sudah bisa membeli tiket. Sehingga saat ini banyak kantor-kantor agen yang tutup.


Bahkan nanti bank-bank tidak lagi butuh teller cukup memanfaatkan teknologi, itu sudah akan mengurangi tenaga kerja pula, bagaimana nanti seandainya 70 persen tenaga kerja kita ini yang tidak memiliki skill atau produktifitas kerja rendah sudah barang tentu akan menjadi beban demografi itu.
"Memasuki era yang penuh tantangan ini tentu perlunya generasi yang tangguh dan punya sikap mental yang kuat (etos kerja), ini tentu kita harapkan kepada mahasiswa yang gigih dan punya jiwa wirausaha," tambah Adrinof.
Ini juga sesuai dengan perintah Agama Islam menjadi manusia yang produktif, punya etos kerja juga diatur dalam Islam, seperti disiplin, menenangkan orang lain, berdagang atau berbisnis tidak curang, selalu belajar untuk menambah ilmu.
“Walau peluang pekerjaan makin lama makin mengecil, namun harapan masih ada asalkan kita punya jiwa kewirausahaan, segala sesuatu kalau kita bisa manfaatkan tentu akan menghasilkan dan peluang bisnis akan terbuka dengan sendirinya,” sambung Adrinof.
Adrianof juga menyinggung pemerintah daerah jangan mengeluh tidak punya sumber daya alam, tambang, industri atau lainnya namun akuilah kita punya alam yang indah, manfaatkan lah itu. Kalau kita punya ide maka harus ada inisiatif, agar dapat mewujudkannya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar